Saldo ATM BRI 70 Ribu Apa Bisa Diambil 50 Ribu? Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu lembaga perbankan dengan jaringan terluas di seluruh pelosok negeri dan melayani jutaan nasabah dari berbagai lapisan masyarakat. Data menunjukkan bahwa mayoritas pengguna layanan perbankan sering kali menghadapi kebingungan terkait aturan saldo mengendap, terutama saat kondisi keuangan sedang menipis dan kebutuhan mendesak muncul. Situasi di mana layar ATM menampilkan angka saldo yang tampak cukup namun transaksi ditolak adalah pengalaman umum yang sering memicu rasa frustrasi. Pemahaman mendalam mengenai mekanisme perbankan, khususnya terkait saldo minimum dan biaya administrasi, menjadi kunci utama bagi nasabah untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih cerdas dan menghindari kendala saat berada di depan mesin ATM.
Kejadian ini sering menimpa nasabah yang memiliki sisa saldo tanggung di rekening mereka. Kamu mungkin melihat angka Rp 70.000 di layar, sebuah jumlah yang secara nominal tentu lebih besar daripada Rp 50.000. Logika matematika dasar menyatakan bahwa penguraian angka tersebut seharusnya bisa dilakukan. Namun, sistem perbankan bekerja dengan logika akuntansi dan regulasi yang berbeda. Ada variabel tersembunyi seperti saldo minimum ditahan (hold amount), biaya administrasi bulanan yang mungkin tertunda, hingga aturan pecahan uang di mesin ATM yang menentukan keberhasilan sebuah transaksi. Artikel ini akan mengupas tuntas realitas teknis dan solusi praktis bagi kamu yang sedang mengalami dilema saldo tanggung ini.
Saldo Minimal Rekening BRI: Apa dan Mengapa Penting?
Setiap nasabah perlu memahami fondasi dasar dari aturan rekening yang mereka miliki sebelum melakukan transaksi. Saldo minimal bukanlah angka sembarangan yang ditetapkan bank untuk menahan uang nasabah, melainkan sebuah mekanisme operasional yang vital. Dalam ekosistem BRI, terdapat berbagai jenis produk tabungan seperti Simpedes dan BritAma, yang masing-masing memiliki aturan main tersendiri terkait berapa sisa uang yang wajib ada di dalam rekening agar statusnya tetap aktif.
Pentingnya mengetahui saldo minimal ini berkaitan erat dengan kelancaran transaksi kamu sehari-hari. Banyak nasabah menganggap bahwa saldo yang tertera di layar (ledger balance) adalah saldo yang bisa digunakan seluruhnya (available balance). Padahal, ada selisih yang merupakan aturan baku bank. Jika kamu tidak memahami konsep ini, rencana penarikan uang tunai bisa gagal total dan menghambat kebutuhan finansial yang mungkin sedang mendesak.
Mengapa Saldo Minimal Diberlakukan?
Pemberlakuan saldo minimal oleh pihak perbankan memiliki alasan fundamental yang kuat.
-
Biaya Pemeliharaan Sistem dan Rekening
Bank membutuhkan biaya operasional untuk memelihara data nasabah di server mereka. Saldo minimal berfungsi sebagai jaminan bahwa rekening tersebut masih memiliki nilai ekonomis untuk dikelola. Biaya ini mencakup pengelolaan buku tabungan, kartu ATM, hingga akses layanan digital seperti BRImo.
-
Penutup Biaya Administrasi Penutupan Rekening
Jika suatu saat nasabah memutuskan untuk menutup rekening atau rekening tersebut menjadi pasif (dormant) dan akhirnya ditutup otomatis oleh sistem, saldo minimal tersebut akan digunakan untuk menutupi biaya administrasi penutupan. Ini adalah langkah mitigasi risiko agar bank tidak merugi mengelola jutaan rekening kosong.
-
Stabilitas Likuiditas Bank
Secara makro, kumpulan saldo mengendap dari jutaan nasabah membantu bank menjaga likuiditas. Uang receh yang tertahan di setiap rekening, jika dikalikan dengan jumlah nasabah BRI yang masif, menjadi dana pihak ketiga yang memperkuat struktur modal bank dalam menyalurkan kredit atau menjaga stabilitas operasional.
Apakah Saldo Rp 70 Ribu Bisa Ditarik Tunai di ATM?
Pertanyaan inti yang sering diajukan adalah saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil 50 ribu saat kamu berdiri di depan mesin ATM. Jawaban singkat dan tegas untuk pertanyaan ini adalah: Tidak Bisa. Meskipun secara nominal uang Rp 70.000 lebih besar dari Rp 50.000, sistem perbankan BRI menerapkan aturan saldo mengendap sebesar Rp 50.000 untuk sebagian besar jenis tabungan konvensional seperti Simpedes dan BritAma.
Mari kita bedah perhitungannya secara rinci agar kamu mendapatkan gambaran yang jelas. Jika total uang di rekening kamu adalah Rp 70.000, dan bank mewajibkan adanya saldo minimal yang tidak bisa diutak-atik sebesar Rp 50.000, maka uang yang sebenarnya tersedia untuk kamu gunakan (available balance) hanyalah selisihnya, yaitu Rp 20.000.
Perhitungan:
-
Total Saldo: Rp 70.000
-
Saldo Mengendap (Wajib): Rp 50.000
-
Sisa Saldo Bisa Dipakai: Rp 20.000
Dengan sisa saldo efektif hanya Rp 20.000, permintaan penarikan tunai sebesar Rp 50.000 di mesin ATM otomatis akan ditolak oleh sistem. Mesin ATM biasanya akan memunculkan pesan “Saldo Tidak Mencukupi” atau “Transaksi Dibatalkan”. Mesin ATM BRI umumnya hanya menyediakan pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000. Karena dana efektif kamu (Rp 20.000) berada di bawah nominal pecahan terkecil mesin ATM, maka penarikan tunai mustahil dilakukan.
Jadi, untuk kasus saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil 50 ribu, kamu harus menerima kenyataan bahwa sistem memproteksi saldo Rp 50.000 tersebut sebagai batas bawah rekening. Kecuali jenis tabungan kamu adalah BRI Junio (untuk anak) atau TabunganKu yang memiliki aturan saldo mengendap lebih kecil (biasanya Rp 20.000), maka aturannya mungkin berbeda. Namun untuk mayoritas pemegang kartu BRI umum, penarikan ini akan gagal.
Selain itu, jika kamu memaksa mencoba menarik uang, kamu hanya akan membuang waktu. Banyak orang mengira ada trik khusus, namun ini adalah aturan hard-coded di dalam sistem core banking BRI. Saldo Rp 70 Ribu Bisa Ditarik Tunai hanya jika kamu melakukan penutupan rekening secara permanen melalui teller, di mana seluruh saldo akan dicairkan setelah dipotong biaya penutupan.
Bisakah Saldo Rp 70 Ribu Ditransfer?
Setelah mengetahui bahwa tarik tunai tidak memungkinkan, banyak nasabah beralih ke opsi transfer. Lantas, saldo atm bri 70 ribu apa bisa ditransfer ke rekening lain? Logika yang berlaku di sini sedikit berbeda dengan tarik tunai karena transfer memungkinkan pemindahan dana dalam nominal ganjil atau di bawah pecahan Rp 50.000, tetapi tetap terikat pada aturan “Saldo Tersedia”.
Kembali pada perhitungan sebelumnya, saldo yang bisa kamu gunakan (efektif) hanyalah Rp 20.000. Apakah nominal ini bisa ditransfer?
-
Transfer Sesama BRI
Jika kamu ingin mentransfer ke sesama rekening BRI, biasanya tidak dikenakan biaya admin (gratis) jika menggunakan ATM atau BRImo. Dengan saldo efektif Rp 20.000, kamu bisa mentransfer nominal seperti Rp 10.000 atau Rp 15.000 ke teman atau keluarga. Namun, kamu tetap tidak bisa mentransfer Rp 50.000 karena dana efektif tidak mencukupi.
-
Transfer Antar Bank
Situasi menjadi lebih sulit jika kamu ingin mentransfer ke bank lain (misalnya BCA, Mandiri, atau BNI). Transfer antar bank dikenakan biaya.
-
Biaya Transfer Online (Realtime): Rp 6.500
-
Biaya BI-FAST: Rp 2.500
Jika kamu menggunakan metode BI-FAST, maka perhitungan maksimal transfer adalah:
Rp 20.000 (Dana Efektif) – Rp 2.500 (Biaya) = Rp 17.500.
Artinya, kamu hanya bisa mentransfer maksimal Rp 17.500 ke bank lain.
-
Jadi, menjawab pertanyaan saldo atm bri 70 ribu apa bisa ditransfer? Jawabannya adalah Bisa, tapi dalam jumlah kecil (di bawah Rp 20.000). Kamu tidak bisa memindahkan uang sebesar Rp 50.000. Kegagalan memahami struktur biaya ini sering membuat nasabah bingung mengapa transfer Rp 20.000 pun gagal jika dilakukan ke bank lain (karena lupa menghitung biaya admin).
Penting untuk diingat bahwa aplikasi mobile banking seperti BRImo akan langsung menampilkan “Saldo Efektif” saat kamu hendak melakukan transfer. Jika angka yang kamu masukkan melebihi saldo efektif, tombol konfirmasi biasanya akan berwarna abu-abu atau muncul notifikasi peringatan seketika.
Apa Itu Saldo ATM dan BRImo?
Di era digital ini, akses terhadap rekening tidak lagi terbatas pada kartu fisik semata. Nasabah perlu memahami integrasi antara saldo yang terlihat di mesin ATM dan aplikasi BRImo. Meskipun keduanya mengakses sumber dana yang sama, cara penyajian informasi dan fitur yang ditawarkan memiliki perbedaan signifikan yang bisa membantu kamu mengelola sisa saldo kritis seperti Rp 70.000.
Memahami ekosistem digital BRI akan membantu kamu memonitor keuangan dengan lebih presisi (real-time) dibandingkan hanya mengandalkan pengecekan di mesin ATM yang mengharuskan kamu pergi ke lokasi fisik.
1. Fungsi Mesin ATM (Automated Teller Machine)
Mesin ATM adalah perangkat keras yang berfokus pada transaksi fisik dan konvensional. Fungsi utamanya adalah untuk penarikan tunai (cash withdrawal). Di layar ATM, saldo yang ditampilkan seringkali adalah saldo total (Ledger Balance). Mesin ATM memiliki keterbatasan pecahan uang, umumnya hanya Rp 50.000 dan Rp 100.000. Oleh karena itu, mesin ATM sangat kaku dalam hal nominal. Jika saldo efektif kamu Rp 49.000, mesin sama sekali tidak berguna untuk penarikan tunai. Selain itu, pengecekan saldo di ATM pada bank lain (ATM Bersama/Link) bisa dikenakan biaya cek saldo, yang justru akan semakin menggerus sisa uangmu yang sudah sedikit.
2. Fungsi Aplikasi BRImo (BRI Mobile)
BRImo adalah super app dari BRI yang memberikan fleksibilitas jauh lebih tinggi. Di dalam BRImo, kamu bisa melihat rincian mutasi rekening secara detail. Keunggulan utama BRImo dalam kasus saldo minim adalah kemampuannya melakukan transaksi non-tunai dalam nominal ganjil (misalnya Rp 11.500). BRImo juga membedakan tampilan saldo sehingga kamu bisa lebih sadar berapa dana yang benar-benar bisa dipakai. Fitur QRIS di BRImo juga menjadi penyelamat, karena kamu bisa berbelanja di minimarket menggunakan sisa saldo efektif (Rp 20.000) tanpa harus menarik uang tunai.
3. Perbedaan Tampilan Saldo
Terkadang terjadi kebingungan di mana saldo di BRImo dan ATM sedikit berbeda karena adanya transaksi yang berstatus “pending” atau belum terbukukan. Namun, secara umum, BRImo memberikan data yang lebih akurat dan real-time. Jika kamu ragu apakah saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil, pengecekan melalui BRImo jauh lebih disarankan daripada membuang waktu pergi ke ATM hanya untuk mendapati transaksi ditolak. BRImo memberikan transparansi mengenai potongan biaya admin bulanan yang mungkin baru saja didebet, menjelaskan mengapa saldo kamu tiba-tiba berkurang.
Mengapa Saldo Tidak Bisa Sampai Nol Rupiah?
Banyak nasabah merasa kesal karena uang mereka seolah “disandera” oleh bank. Mengapa kita tidak bisa mengosongkan rekening sampai Rp 0? Pertanyaan mengenai saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil hingga habis berkaitan erat dengan kebijakan perbankan nasional mengenai kesehatan rekening.
Jika bank mengizinkan saldo menjadi nol rupiah, risiko terjadinya “Dormant Account” atau rekening tidur sangat tinggi. Rekening tidur adalah rekening yang tidak memiliki aktivitas transaksi (debit/kredit) selain biaya admin dan bunga selama periode tertentu (biasanya 6 bulan berturut-turut). Jika saldo mencapai Rp 0, bank tetap harus membebankan biaya admin bulanan. Hal ini akan menyebabkan saldo menjadi minus di dalam sistem pembukuan bank (meskipun secara fisik tidak bisa minus bagi nasabah debit).
Saldo minus ini menjadi beban pencatatan bagi bank. Oleh karena itu, saldo mengendap Rp 50.000 berfungsi sebagai “bantalan”. Ketika kamu tidak menabung lagi dan saldo sisa Rp 50.000, biaya admin bulanan akan memotong saldo mengendap tersebut secara perlahan setiap bulannya sampai habis. Ketika saldo mengendap itu akhirnya habis tergerus biaya admin dan mencapai titik nol yang sebenarnya, sistem akan secara otomatis menutup rekening tersebut (autoclose).
Jadi, aturan ini sebenarnya memberikan “nafas” bagi rekening kamu untuk tetap hidup lebih lama meskipun kamu tidak aktif menabung. Jika aturan saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil ini dilonggarkan dan nasabah bisa mengambil semuanya, jutaan rekening akan langsung mati seketika setelah penarikan, memaksa nasabah untuk membuka rekening baru (dengan biaya baru) saat mereka membutuhkan layanan bank lagi di kemudian hari.
Alternatif Jika Saldo Tidak Cukup untuk Penarikan atau Transfer
Jangan berkecil hati jika kamu berada dalam situasi ini. Meskipun Saldo Rp 70 Ribu Bisa Ditarik Tunai adalah mitos belaka untuk penarikan standar, uang Rp 20.000 yang tersisa (dana efektif) masih merupakan hak milikmu yang sah dan bisa dimanfaatkan. Kamu harus cerdas mencari jalan keluar agar uang tersebut tidak mengendap sia-sia atau terpotong biaya admin bulan depan.
Berikut adalah beberapa metode kreatif dan legal untuk memanfaatkan sisa saldo yang “nyangkut” tersebut.
1. Top Up Dompet Digital (E-Wallet)
Ini adalah solusi paling populer dan efektif. Aplikasi dompet digital seperti ShopeePay, GoPay, OVO, atau DANA seringkali memiliki batas minimum top-up yang rendah, mulai dari Rp 10.000 atau Rp 20.000.
-
Caranya: Gunakan menu Top Up di BRImo atau menu Pembayaran/Pembelian di ATM.
-
Simulasi: Kamu punya dana efektif Rp 20.000. Biaya admin top up biasanya Rp 1.000 (tergantung e-wallet). Maka kamu bisa melakukan top up sebesar Rp 19.000 (jika input manual memungkinkan) atau Rp 10.000. Sisa uang tersebut akan masuk ke e-wallet dan bisa kamu gunakan untuk beli makan atau belanja online. Ini jauh lebih baik daripada uangnya diam di rekening.
2. Pembelian Pulsa atau Paket Data
Operator seluler menyediakan nominal pulsa yang variatif, mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, hingga Rp 15.000. Pembelian pulsa melalui ATM BRI atau BRImo tidak memerlukan saldo besar.
-
Manfaat: Daripada saldo Rp 20.000 (sisa dari 70rb) habis terpotong admin bulan depan, lebih baik kamu belikan pulsa Rp 15.000 sekarang. Nilai uangnya beralih menjadi nilai manfaat komunikasi. Transaksi ini biasanya lancar selama saldo efektif mencukupi harga pulsa + biaya admin (jika ada).
3. Belanja Menggunakan QRIS BRImo
Jika kamu lapar dan hanya punya saldo total Rp 70.000 di rekening, jangan ke ATM. Pergilah ke minimarket atau warung makan yang menyediakan pembayaran QRIS.
-
Keunggulan: QRIS bisa mendebet saldo sesuai nominal belanjaan persis, bahkan sampai ke digit terakhir (receh). Kamu bisa belanja senilai Rp 18.500 dan membayarnya dengan sukses menggunakan sisa saldo efektifmu. Ini adalah cara paling efisien menghabiskan saldo efektif tanpa pusing memikirkan pecahan uang kertas.
4. Setor Tunai Tambahan
Jika kamu mutlak membutuhkan uang tunai Rp 50.000 dari rekening tersebut (mungkin karena dompet fisik kosong), satu-satunya cara adalah “memancing” uang keluar.
-
Trik: Setorkan uang tunai sebesar Rp 30.000 atau Rp 50.000 ke dalam rekening melalui mesin CRM (Setor Tunai) atau transfer dari teman.
-
Simulasi: Saldo awal Rp 70.000 + Setor Rp 30.000 = Total Rp 100.000.
-
Setelah total saldo menjadi Rp 100.000, saldo efektif kamu menjadi: Rp 100.000 – Rp 50.000 (endapan) = Rp 50.000.
-
Nah, sekarang barulah kamu bisa menarik tunai Rp 50.000 di ATM. Meskipun terdengar merepotkan, ini adalah logika matematika perbankan untuk mengakali batas limit.
Tips Mengelola Saldo Rekening Agar Tidak Tersangkut
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Agar kamu tidak lagi terjebak dalam pertanyaan saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil 50 ribu, diperlukan manajemen keuangan yang disiplin. Saldo “nyangkut” seringkali terjadi karena ketidaksadaran nasabah akan biaya-biaya kecil yang menggerogoti tabungan atau kebiasaan menarik uang hingga batas maksimal.
Berikut adalah strategi jangka panjang untuk menjaga kesehatan rekening BRI kamu.
1. Pahami Jenis Tabungan Sejak Awal
Saat membuka rekening, tanyakan detail mengenai saldo minimal. BRI Simpedes dan BritAma memiliki saldo mengendap Rp 50.000. Namun, ada produk seperti TabunganKu yang saldo minimalnya hanya Rp 20.000 dan bebas biaya admin bulanan. Jika tujuanmu hanya untuk menabung dalam jumlah kecil dan jarang bertransaksi, migrasi ke TabunganKu mungkin lebih bijak. Dengan TabunganKu, jika kamu punya saldo Rp 70.000, saldo efektifnya adalah Rp 50.000, sehingga Saldo Rp 70 Ribu Bisa Ditarik Tunai (sebesar 50rb) menjadi mungkin. Memilih produk yang tepat adalah langkah awal kecerdasan finansial.
2. Gunakan BRImo untuk Cek Rutin dan Notifikasi
Aktifkan notifikasi SMS atau email, dan rajinlah mengecek BRImo. Seringkali nasabah lupa bahwa ada biaya admin bulanan (berkisar Rp 6.500 – Rp 12.000 tergantung kartu) yang dipotong setiap tanggal tertentu. Jika kamu tahu tanggal potongan biaya, kamu bisa mengantisipasi saldo agar tidak turun di bawah batas penarikan sebelum kamu sempat mengambil uangnya. BRImo juga memudahkan kamu melihat history transaksi untuk melacak kemana perginya uang-uang receh tersebut.
3. Sisihkan Dana Darurat di Luar Saldo Mengendap
Anggaplah saldo mengendap Rp 50.000 itu tidak ada. Lupakan keberadaannya. Dalam pikiranmu, jika saldo di layar ATM adalah Rp 100.000, tanamkan mindset bahwa uangmu hanya Rp 50.000. Dengan mengubah pola pikir ini, kamu tidak akan pernah merasa kecewa atau berharap bisa menarik dana yang sebenarnya terkunci. Buatlah batas “nol” versi kamu sendiri di angka Rp 50.000.
4. Perhatikan Biaya Admin Bulanan dan Transaksi
Hindari transaksi yang memakan biaya besar jika saldomu terbatas. Cek saldo di ATM bank lain dikenakan biaya Rp 4.000. Tarik tunai di ATM bank lain kena Rp 7.500. Biaya-biaya “gaib” ini seringkali membuat saldo yang tadinya cukup (misal Rp 55.000 efektif) menjadi tidak cukup lagi. Selalu utamakan transaksi di mesin ATM BRI atau Link (Himbara) yang biayanya lebih murah atau gratis untuk menjaga keutuhan saldo. Pertimbangkan juga untuk menanyakan ke bank mengenai opsi downgrade kartu debit ke tipe classic jika biaya bulanan kartu gold atau platinum dirasa terlalu membebani saldo tabunganmu.
FAQ
Bagian ini merangkum pertanyaan-pertanyaan spesifik yang sering muncul terkait saldo kritis di rekening BRI.
Q: Saya punya saldo Rp 70.000, kenapa transfer Rp 20.000 gagal padahal sesama BRI?
A: Kemungkinan besar saldo kamu sebenarnya sedikit di bawah Rp 70.000 (misalnya Rp 69.500) namun dibulatkan di tampilan layar tertentu, atau ada biaya tunggakan yang belum terpotong. Namun, secara teori jika murni Rp 70.000, transfer sesama BRI Rp 20.000 harusnya berhasil. Pastikan koneksi jaringan stabil.
Q: Apa yang terjadi jika saya biarkan saldo Rp 70.000 itu selama berbulan-bulan?
A: Saldo akan terus berkurang setiap bulan karena potongan biaya administrasi (admin tabungan + admin kartu). Lama kelamaan saldo akan menyentuh angka Rp 50.000 (saldo minimal). Setelah itu, jika tidak diisi lagi, saldo akan terus tergerus hingga Rp 0 dan rekening akan tertutup otomatis (dormant/closed).
Q: Apakah saldo mengendap Rp 50.000 bisa diambil saat tutup rekening?
A: Ya, bisa. Jika kamu datang ke Customer Service untuk menutup rekening secara resmi, saldo Rp 50.000 tersebut akan dicairkan dan diserahkan kepadamu setelah dikurangi biaya penutupan rekening (closing fee). Biaya penutupan rekening BRI bervariasi, biasanya sekitar Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Jadi kamu mungkin akan menerima sisa uang receh.
Q: Apakah aturan ini berlaku untuk semua Bank?
A: Hampir semua bank konvensional di Indonesia menerapkan aturan saldo mengendap, namun nominalnya berbeda. Ada yang Rp 10.000, Rp 20.000, hingga Rp 100.000. BRI termasuk yang cukup terjangkau dengan Rp 50.000 untuk kelas tabungan regulernya.
Kesimpulan
Menjawab kebingungan utama mengenai saldo atm bri 70 ribu apa bisa diambil 50 ribu, kita telah membedah faktanya secara komprehensif. Aturan saldo mengendap (hold amount) sebesar Rp 50.000 pada rekening BRI Simpedes dan BritAma adalah penghalang utama yang bersifat mutlak secara sistem. Dengan total saldo Rp 70.000, dana yang efektif bisa kamu gunakan hanyalah Rp 20.000. Oleh karena itu, penarikan tunai Rp 50.000 di mesin ATM tidak akan pernah berhasil dilakukan.
Begitu juga dengan pertanyaan saldo atm bri 70 ribu apa bisa ditransfer. Transfer sebesar Rp 50.000 tidak mungkin dilakukan karena melampaui dana efektif. Namun, kamu masih memiliki kendali atas sisa dana Rp 20.000 tersebut. Jangan biarkan uang tersebut habis terpotong biaya admin. Solusi cerdas seperti melakukan top-up e-wallet, membeli pulsa, atau berbelanja menggunakan QRIS adalah langkah taktis untuk menyelamatkan nilai uangmu.
Memahami literasi keuangan dasar seperti perbedaan saldo ledger dan saldo efektif, serta biaya-biaya transaksi, akan menghindarkan kamu dari situasi “kepepet” di depan mesin ATM. Saldo Rp 70 Ribu Bisa Ditarik Tunai hanya jika kamu melakukan setoran tambahan terlebih dahulu untuk mengangkat posisi saldo efektifmu di atas pecahan penarikan ATM. Jadilah nasabah yang cerdas dengan selalu memantau kondisi rekening melalui BRImo dan memilih jenis tabungan yang paling sesuai dengan profil transaksi keuangan kamu. Ingat, setiap rupiah di rekeningmu berharga, dan pemahaman aturan main bank adalah kunci untuk memanfaatkannya secara maksimal.










